Rabu, 09 Desember 2009

muhasabah diri

 

Oleh : nurul uyuy

kuharusnya malu
ku tak punya apa-apa
tapim kuterus merayu
agar kudapatkan semuanya

diatara rintik hujan
teriknya mentari
kuhanya bisa tertunduk
atas keagungan mu
ya ALLAH ...

siapa diriku ini
jarang mensyukuri karuniamu
hanya meminta atas kehendaku
diantara rembulan dan bintang
diantara semut dan gajah
diantara siang dan malam
diantara api dan air

diantara semuanya
ku hanya dapat tertunduk
malu atas apa yang KAU beri padaku
meski ku bahagia tapi tak begitu
buat tersenyum...

Tapi ...
kasih-MU ya ALLAH terus tercurah untuk
padaku
meski kasih ku padamu tak begitu besar
ku lebih cinta dunia ini
daripada mencintai-MU
YA ALLAH ...

beritahu aku !


 Oleh : Nayla Nuha

beritahu aku dalam gundah gulana
ketika aku harus siap menemuimu
cukup sekali saja

beritahu aku bahwa aku keliru
mulai mengganggapmu warna yang
hadir dalam putih hitam hatiku

beritahu aku arti rinai
yang berderai ketika hadirnya perenungan
seperti kehilangan

beritahu aku mengapa
rembulan datang kemudian
setelah senja usai dan kelam tiba

beritahu aku mengapa harus
setiap senja saja
aku berbahagia

datangkan awan itu
padaku kembali
datangkan jingga itu
padaku kembali

datangkan senyummu
dan serpihan kisah
dalam tawa itu

bertanyalah kau padaku
akan langkah yang membawaku padamu
bertanyalah kau pedaku
mengapa angin menghembuskan
cita ini kepadamu

ketika derai usai kali ini
jingga langit hanya nampak
sebagian di angkasa

tiba-tiba,
aku ingin
menjadi layang-layang!

Jumat, 04 Desember 2009

Sungguh


Oleh : Uyuy Sensei

sungguh aku tak sanggup
menopang jalan hidup ini
karna aku tahu tentang itu
yang semakin berasa pilu . . .

semai dalam nadi ku
kini terus berdawai
mengalunkan tentang resah
dalam hatiku . . .

kasih . . . .
ku tak tau tentang semua itu
tapi ku yakin kau bisa anggap
tentang semua itu . . .

jalan mentawai dalam tangis ku
mengembara pada rasa ku kini
kapan kau mengerti tentang semua rasa
yang terlantunkan . . . .

aku menggurat luka pada
lingkar deru itu yang tinggalkan semu pada
bahagia yang sedang semaikan benihnya

suara
tentang tawa, senyum, sapa,
hanya seulas ku dapat lihat itu pada
pesona mu . . . .
yang dahulu merona selalu
bahagia dan tersenyum setiap
. . . . .

Rembulanmu

Oleh : Nayla Nuha

aku lihat rembulanmu
yang benderang sinarnya itu
pada lentera malam
yang tak pernah ku duga melukiskannya

aku teringat senyuman itu kembali
dalam rembulan
dan mereka datang
bintang menghiasinya

pilih aku rembulan
diantara banyak bintang yang benderang
sebab hanya aku
yang kini merasa di dekatmu

meski arakan awan malam ini
tak terpandang jelas
lewat kasat mata

karena sinarmu
benar benderang
menyinari kehampaan

dan kisahku
ku tuang di bawah rembulan
tentang hari ini
tentang perkataan
tentang kerinduan
dan tentang kenangan

Jumat, 20 November 2009

Hidupku


Oleh : Nurul Aulia

diamku untuk bersajak
gerakku untuk beranjak
senyumku untuk membijak
dalam detik yang mengacak

Setiap hari kuhadapi
kemelut hidup yang
harus kujalani dalam
bayang yang melayang

menghampiri setiap
serpihan sayap-sayap putih
yang mematah dalam
kegetiran kalbu

yang harus bergelora
membuat hati ini merona
tersyahdu dalam sucinya
nada yang berdetak
dalam nadi...

mengiris setiap pengalaman hidup
terangkai dalam sebingkai
memori yang tersimpan utuh
dalam diri yang abadi ....

Rabu, 18 November 2009

Tentang Engkau


kembali aku memikirkannya
entah tuhan begitu sayang padaku
hingga segala benturan batu menghantam hati dan pikirku


tentang engkau, kawan
yang sudah lama bagiku
engkau menghilang dari sisiku
engkau yang hilang bersama senyummu di pagi hari
atau sapaanmu menjelang petang padaku

tentang engkau, kawan
yang kulihat bukan dirimu lagi kini
yang kudengar bukan kata ramah diucapkan

aku rindu
ketika kita berjalan menuju surau
aku rindu...

aku rindu
ketika engkau bercerita padaku
tentang realita kehidupanmu

aku rindu padamu, kawan!
yang canda tawa bisa kau cipta
menghilangkan gundah

aku tidak ingin kecurigaan
aku tidak ingin kebencian
dan aku tidak ingin perpisahan
semacam ini

tentangmu,
yang kini mengusikku
menjauh dariku, seakan aku tidak pernah kenal engkau yang dulu

Selasa, 17 November 2009

Rasaku

Oleh: Nurul


Aku berlari mengarungi samudra perih
kujalani jejak yang membara
dan kupegangi seuntai pengikat
sebagai kekuatan untuk ku melangkah
sampai ku tau jalan lurus itu,,,

aku bukan mentari yang dapat hangatkan
tentang rasa yang kau miliki
aku hanya insan yang mudah tergores
jika ku tau rasa yang ada

ku tak tau apa yang harus kulakukan
atas rasamu yang jauh rasa dariku
yang tak mungkin dapat ku kembalikan pada mu

meski ku tau kau akan :...
terluka
tersesak
tersakiti
terpuruk

tapiiii ...

bukan ...
bukan itu jalan laju ku
aku hanya menjalani hakikat yang ada
bukan itu maksud ku tak membalas tentang rasamu
mengertilah... mengertilah...
mengertilah tentang rasa yang tak mungkin dapat bersama ituuu....
 

Blog Template by YummyLolly.com