Oleh: Uyuy Aulia
berjuta manusia berpesta
berpoya menghamburkan rezeki mereka
tanpa peduli yang kecil meraung
meringis kelaparan, kehausan
berjuta manusia mengigil
menahan raga yang lantah
meringis kesakitan menahan
sakit karena kelaparan
menjalar hasyrat batin
yang terpaku memaknai
menepis lirih kisahnya
berbaur tangis yang mengubur duka
tetaplah tersenyum saudaraku
memang jemariku tak luluh tuk merangkul
tapi inginku akan jabatan ini
begitu menepis inginku
sudahlah..
sudahi saja perjalanan mu itu
hanya berbahagia untuk sendiri
hanya tertawa dalam tangis mereka
apa maksud hidupmu ?
kalian seperti tak peduli
kalian seperti tak melirik
kalian seperti tak mendengar
mereka menderai tangis dihadapanmu
mereka memAnggilmu untuk sekedar berbagi
takan habis hartamu
takan punah hartamu
takan raib hartamu
Jumat, 23 April 2010
Selasa, 20 April 2010
Saat Kembali dari Lembah Nista
Kala hati meringkuk
Terpuruk dalam jelaga belatuk
Terkurung syahwat penakluk
Terpesona khayalan dunia terkutuk
Setetes tepian noktah noda
Sepasang suara bergemuruh senja
Seakan darah menguap beriringan
Seketika sadar raga berbalut dosa
Saat kembali dari lembah nista
Meradang kelam nafsu beranjak
Merayap pelan malam berduka ria
Menyungkur sepi bulir tirta laksana
Repihan luka tiada bertepi
Angkat tinggi tangan kembali
Sadar Robb Maha Tinggi
Seiring janji tak kan ku kembali
Gurauan merdu sehalus sutera
Lepas hilanglah kafilah duka
Beringsut lemah tanpa daya
Sembuh.. seperti sedia kala
*Selesai… dibalik bulir senyum @ Malang , 13 April 2010
Kamis, 15 April 2010
RAMUAN PERTEMUAN
Oleh : Moh. Ghufron Cholid
Teruntuk sahabatku Taufiqur Rahman, Suka Bumi
Taktik kau susun dalam agenda
Akan selalu karang tawarkan
Untuk keceriaan
Fantasimu dalam berekspresi
Ilham yang penuh arti
Qorun tak lagi hidup dalam hati
Untuk mengulang kembali kisah
Ratapan luka lantaran tak mau berbagi
Ramuan pertemuan
Akan kau hidangkan
Harapan demi harapan kau tuangkan
Meski kau harus bberteman sunyi
Akan selalu kau pilih
Niat berbagi yang melahikan sinar cerah
Parangteritis, 28 Februari 2010
Taktik kau susun dalam agenda
Akan selalu karang tawarkan
Untuk keceriaan
Fantasimu dalam berekspresi
Ilham yang penuh arti
Qorun tak lagi hidup dalam hati
Untuk mengulang kembali kisah
Ratapan luka lantaran tak mau berbagi
Ramuan pertemuan
Akan kau hidangkan
Harapan demi harapan kau tuangkan
Meski kau harus bberteman sunyi
Akan selalu kau pilih
Niat berbagi yang melahikan sinar cerah
Parangteritis, 28 Februari 2010
NYANYIAN TULUSMU MASIH SEPERTI DULU
*terima kasih partisipasinya :)*
Oleh: Moh. Ghufron Cholid
Oleh: Moh. Ghufron Cholid
Teruntuk sahabatku Lutfi Nurzain
Lutfi sahabatku
Untuk reuni kali ini
Tak kau hiraukan riuh bosan
Fantasi yang selalu melemahkan
Inspirasimu dalam berbagi
Namun
Untuk reuni
Rindang pohon pohon persahabatanmu mengalahkan kemarau rindu
Zainunmu pun bisa dibaca waktu
Alamat candamu
Inspirasi gerakmu
Nyanyian tulusmu masih seperti dulu
Parangetritis, 28 Februari 2010
Lutfi sahabatku
Untuk reuni kali ini
Tak kau hiraukan riuh bosan
Fantasi yang selalu melemahkan
Inspirasimu dalam berbagi
Namun
Untuk reuni
Rindang pohon pohon persahabatanmu mengalahkan kemarau rindu
Zainunmu pun bisa dibaca waktu
Alamat candamu
Inspirasi gerakmu
Nyanyian tulusmu masih seperti dulu
Parangetritis, 28 Februari 2010
Biodata Penulis
Moh. Ghufron Cholid, lahir di Bangkalan 07 Januari 1986 M dari pasangan KH. Cholid Mawardi dan Nyai Hj. Munawwaroh. Ia adalah Pembina Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) alamat email putra_blega@yahoo.com/lora_sun31@yahoo.com No. HP 087852121488
Mencari Keputusan
Oleh : Uyuy Aulia
aku terdiam tertunduk
bukan takut akan semua
tapi aku resah akan apa
yang sedang ku pertimbangkan
aku tertuduk dihelaan dunia
mngayuh rinai, bersama
desiran hasyrat yang
berseteru didalamnya
ketika satu keputusan
harus ku lontarkan
kumiliki hak untuk
memperisaikan itu
kerlip benderang menggumam
entah apa yang ada dalam
benak ku kini ....
yang mencari keputusan
diantara pengaduanku
ku berpasrah pada-NYA
ku mengadu pada-NYA
tentang tanya itu..
naungan ku kini melukiskan
satu bayang yang jauh
dari pikir nyata untukmu
yang hanya ingin jawabku
kucari arti hidup mereka
kujelajahi dalam pikirku
yang akan tersidang ..
untuk dapat terlampaui
jawab itu ada pada-NYA
yang kini ku cari
yang kini ku benahi
agar tercapai kepastian
bukan takut akan semua
tapi aku resah akan apa
yang sedang ku pertimbangkan
aku tertuduk dihelaan dunia
mngayuh rinai, bersama
desiran hasyrat yang
berseteru didalamnya
ketika satu keputusan
harus ku lontarkan
kumiliki hak untuk
memperisaikan itu
kerlip benderang menggumam
entah apa yang ada dalam
benak ku kini ....
yang mencari keputusan
diantara pengaduanku
ku berpasrah pada-NYA
ku mengadu pada-NYA
tentang tanya itu..
naungan ku kini melukiskan
satu bayang yang jauh
dari pikir nyata untukmu
yang hanya ingin jawabku
kucari arti hidup mereka
kujelajahi dalam pikirku
yang akan tersidang ..
untuk dapat terlampaui
jawab itu ada pada-NYA
yang kini ku cari
yang kini ku benahi
agar tercapai kepastian
Sepasang Merpati
kulihat kalian seperti sepasang merpati putih
yang merajut cinta
dalam sarang pepohonan
sepasang merpati putih
yang selalu terbang bersama-sama
penuh gelak tawa
mengarungi angkasa
kalian,
sepasang merpati putih
yang buat aku iri
yang buat aku cemburu
kalian,
bisa merajut cinta dengan bahagia
sementara aku
hanya terkurung dalam sarang
yang menjijikan ini
kalian sepasang
sedangkan aku,
hanya sendiri,
bersama penjaraku
kalian,
sepasang merpati putih
membuat
sang gagak iri
Oleh : alyanayla
yang merajut cinta
dalam sarang pepohonan
sepasang merpati putih
yang selalu terbang bersama-sama
penuh gelak tawa
mengarungi angkasa
kalian,
sepasang merpati putih
yang buat aku iri
yang buat aku cemburu
kalian,
bisa merajut cinta dengan bahagia
sementara aku
hanya terkurung dalam sarang
yang menjijikan ini
kalian sepasang
sedangkan aku,
hanya sendiri,
bersama penjaraku
kalian,
sepasang merpati putih
membuat
sang gagak iri
Oleh : alyanayla
Rabu, 17 Maret 2010
Ku Mohon
jika cintaku
memang tak bisa
bersua setiap saat
kumohon,
sabarkan hatiku
jika cintaku
sebagai naungan
dari kisah-kisahku
kumohon,
sergaplah kata-kataku
jika cintaku
memang perlu
menimbun rindu
kumohon,
berilah aku
kesempatan bersendiri
agar aku terbiasa
menjalani
tanpa disisimu
jika cintaku
benar adanya
jangan izinkan
rinai berderai lagi
Oleh : Nayla Nuha
memang tak bisa
bersua setiap saat
kumohon,
sabarkan hatiku
jika cintaku
sebagai naungan
dari kisah-kisahku
kumohon,
sergaplah kata-kataku
jika cintaku
memang perlu
menimbun rindu
kumohon,
berilah aku
kesempatan bersendiri
agar aku terbiasa
menjalani
tanpa disisimu
jika cintaku
benar adanya
jangan izinkan
rinai berderai lagi
Oleh : Nayla Nuha
Langganan:
Postingan (Atom)



