Rabu, 23 Desember 2009

Sendu


Oleh : echo pfushya patinnson


Heningnya malam tak berdetak di hati
kasihku telah pergi…
seakan semua tak abadi…

jam pun tertawa padaku
akan  mengharap sesuatu yang tak pasti
kujalani hari...
angin bernyanyi dalam relungan hati…

kibasan ombak menelanku pergi
mimpi indah seakan tak menghampiri
kesedihan seakan menepi…
Tubuh kaku seakan menjadi-jadi


Sabtu, 19 Desember 2009

Kehilangan Bunda



Oleh : Nurul Uyuy

pernahkah terbanyangkan
ketika ibu pergi
dari hadapan mu
pernahkah terbayangkan
ketika kasih sayangnya tak dapat lagi kau rasa
nasihat yang selalu dihiraukan tak lagi dapat kau dengar
kehilangan perhatian seorang ibu
ibu..ibu..ibu..


*ibu ,
apa daya anakmu ini
ketika kau meregang nyawa
ku hanya berpangku dan menangis
tanpa gertak untuk mencoba
buatmu terbangun kembali

*ibu
kapan ?
bagaimana ?

*ibu
hanya itu tanya ku kini
ku hanya ingin tahu dari pertanyaan ku
ya'
kapan ku dapat membalas jasamu ?
bagaimana ku balas semua yang kau beri untukku ?

tanpa mu semua akan jadi semu
tanpa mu hidup penuh pilu
jenuh kadang menghampiri
dan buat ku ingin melanglang buana
mencari arti dari apa yang kucari
tentang jasa yang kau beri untuku
ibu ibu ibu

Rabu, 16 Desember 2009

Surau


Oleh : Nayla Nuha

 ketika aku berada dalam kehampaan
di gelapnya malam
pada buntunya malam

meringkuk tubuhku
di tepian lorong
menunggu sinar datang

ketika aku berada dalam kesunyian
merindukan benderang cinta
yang datang

mengadah aku dalam tangisan

seuntai tali mengulur padaku
kemudian, secercak sinar menyeruak
dari celah yang terlupakan

benderang sinar itu
ada dalam sebuah surau
menuntunku...
berucap pada-Nya

Bogor, 14 Desember 2009. 15.40 ditengah surau, 

Rabu, 09 Desember 2009

muhasabah diri

 

Oleh : nurul uyuy

kuharusnya malu
ku tak punya apa-apa
tapim kuterus merayu
agar kudapatkan semuanya

diatara rintik hujan
teriknya mentari
kuhanya bisa tertunduk
atas keagungan mu
ya ALLAH ...

siapa diriku ini
jarang mensyukuri karuniamu
hanya meminta atas kehendaku
diantara rembulan dan bintang
diantara semut dan gajah
diantara siang dan malam
diantara api dan air

diantara semuanya
ku hanya dapat tertunduk
malu atas apa yang KAU beri padaku
meski ku bahagia tapi tak begitu
buat tersenyum...

Tapi ...
kasih-MU ya ALLAH terus tercurah untuk
padaku
meski kasih ku padamu tak begitu besar
ku lebih cinta dunia ini
daripada mencintai-MU
YA ALLAH ...

beritahu aku !


 Oleh : Nayla Nuha

beritahu aku dalam gundah gulana
ketika aku harus siap menemuimu
cukup sekali saja

beritahu aku bahwa aku keliru
mulai mengganggapmu warna yang
hadir dalam putih hitam hatiku

beritahu aku arti rinai
yang berderai ketika hadirnya perenungan
seperti kehilangan

beritahu aku mengapa
rembulan datang kemudian
setelah senja usai dan kelam tiba

beritahu aku mengapa harus
setiap senja saja
aku berbahagia

datangkan awan itu
padaku kembali
datangkan jingga itu
padaku kembali

datangkan senyummu
dan serpihan kisah
dalam tawa itu

bertanyalah kau padaku
akan langkah yang membawaku padamu
bertanyalah kau pedaku
mengapa angin menghembuskan
cita ini kepadamu

ketika derai usai kali ini
jingga langit hanya nampak
sebagian di angkasa

tiba-tiba,
aku ingin
menjadi layang-layang!

Jumat, 04 Desember 2009

Sungguh


Oleh : Uyuy Sensei

sungguh aku tak sanggup
menopang jalan hidup ini
karna aku tahu tentang itu
yang semakin berasa pilu . . .

semai dalam nadi ku
kini terus berdawai
mengalunkan tentang resah
dalam hatiku . . .

kasih . . . .
ku tak tau tentang semua itu
tapi ku yakin kau bisa anggap
tentang semua itu . . .

jalan mentawai dalam tangis ku
mengembara pada rasa ku kini
kapan kau mengerti tentang semua rasa
yang terlantunkan . . . .

aku menggurat luka pada
lingkar deru itu yang tinggalkan semu pada
bahagia yang sedang semaikan benihnya

suara
tentang tawa, senyum, sapa,
hanya seulas ku dapat lihat itu pada
pesona mu . . . .
yang dahulu merona selalu
bahagia dan tersenyum setiap
. . . . .

Rembulanmu

Oleh : Nayla Nuha

aku lihat rembulanmu
yang benderang sinarnya itu
pada lentera malam
yang tak pernah ku duga melukiskannya

aku teringat senyuman itu kembali
dalam rembulan
dan mereka datang
bintang menghiasinya

pilih aku rembulan
diantara banyak bintang yang benderang
sebab hanya aku
yang kini merasa di dekatmu

meski arakan awan malam ini
tak terpandang jelas
lewat kasat mata

karena sinarmu
benar benderang
menyinari kehampaan

dan kisahku
ku tuang di bawah rembulan
tentang hari ini
tentang perkataan
tentang kerinduan
dan tentang kenangan
 

Blog Template by YummyLolly.com